Mencintainya Diam-Diam
Mencintainya Diam-Diam
Dalam sunyi, hatiku bergetar,
Mencintainya tanpa kata, terpendam dalam rahasia.
Setiap tatapan, bagai seribu panah,
Menusuk jiwa, menembus batas cahaya.
Dia melangkah, tak pernah menyadari,
Setiap senyum membunuh rasa yang mengalir.
Terang-terangan, dia tak tahu,
Kelembutan cintaku terjebak dalam haru.
Kisah ini bagai malam kelam,
Aku terkurung dalam bayang, penuh harapan.
Dia melukis dunia dengan warna cerah,
Sementara jiwaku perlahan terkikis, remuk, dan letih.
Cintaku terpendam, seperti embun pagi,
Takkan pernah dia tahu betapa dalamnya hati.
Namun di setiap langkah, aku merindukan,
Seolah cintaku membara, takkan padam, hanya berjuang.
Dia membunuhku dengan setiap kata,
Namun diam-diam, cintaku tetap ada.
Bagai bintang yang tak terjamah,
Aku mencintainya dalam sepi yang tak bertepi.
Komentar
Posting Komentar